Salah satu penyakit otak yang lebih serius yang berkaitan dengan kegagalan fungsi didalam otak adalah kecanduan.
Kita menjadi kecanduan akan unsur-unsur yang dapat meningkatkan atau melepaskan bahan-bahan kimia tertentu didalam otak kita.
Zat-zat tertentu seperti nikotin, melepaskan dopamin, bahan kimia yang menyenangkan, dan tubuh anda akan menjadi semakin mendambakan nya - yang mengarah pada perilaku kebiasaan untuk terus memompa dopamin ke dalam sistem anda.
Kecanduan Karbohidrat seperti Makanan Manis-manis.
Tidak semua kecanduan disebabkan oleh dopamin, tetapi ini dapat membuka wawasan kita pada teori bahwa unsur-unsur seperti karbohidrat pun dapat menjadi penyebab kecanduan.
Bahan kimia yang terasa nikmat ketika dilepaskan setelah memakannya itulah yang mendorong kita untuk meminta nya lebih banyak lagi.
Kurangnya waktu tidur menurunkan pelepasan bahan kimia yang terasa nikmat ini.
Tidak mendapatkan tidur yang cukup mungkin merupakan salah satu alasan mengapa anda menjadi kecanduan terhadap karbohidrat dan gula sederhana itu, begitu pula lemak yang mendorong penuaan dan merupakan penipu yang lihai sehingga kita menyingkirkan unsur makanan yang lebih sehat.
Nikotin
Nikotin adalah jawara bahan yang mengandung racun - terutama karena pengaruh fisiologisnya pada seluruh tubuh.
Kecanduan itu sendiri diwujudkan tidak hanya pada kebutuhan emosional akan obat itu, tetapi juga kebutuhan fisik ; otak mengatakan pada tubuh anda dia membutuhkan nikotin untuk mencegah gejala-gejala penarikan.
Salah satu cara bekerja nya adalah dengan menciptkan kenyamanan didalam otak, yang menyebabkan perasaab relaksasi.
Lambat laun, nikotin mencegah otak anda menyediakan bahan-bahan kimia yang menciptakan perasaan nikmat ini, dan akhirnya anda mendambakan lebih banyak nikotin dan perasaan yang dihasilkan nya.
Dan kecanduan akan alkohol bekerja dengan cara yang sama, tetapi dengan kerugian yang lebih banyak.
Alkohol yang berlebihan dapat mendorong ke arah penyakit mental lainnya, seperti kecemasan dan depresi.
Semua kurir kimia ini mengendalikan ruang-ruang yang berbeda didalam otak anda.
Beberapa diantaranya membuat anda senang. Yang lain nya membuat anda tertekan.
Beberapa diantaranya membuat anda merasa terdorong untuk menyimpan makanan ringan anda sesuai urutan abjad dilemari penyimpan.
Anda harus ingat bahwa meskipun reaksi bahan-bahan kimia ini berlangsung, anda juga punya kemampuan untuk membuat perubahan terhadap sistem anda - melalui makanan yang anda makan, cara-cara anda berpikir, dan tindakan-tindakan yang anda ambil.
Depresi
Itu juga berlaku bagi masalah lain yang berhubungan dengan kimia: Depresi.
Inilah kebenaran medis yang sederhana : ketika anda mengalami patah kaki, anda tidak dapat berlari. Tidak peduli sekeras apa anda mencoba, anda tetap tidak akan mampu melakukannya.
Begitulah cara tubuh anda kadang-kadang bekerja; tubuh anda mati sehingga secara fisik anda tidak dapat melaksanakan tugas-tugas tertentu.
Meskipun mengagekan bagi banyak orang, depresi bekerja dengan cara yang sama.
Orang yang mengalami depresi juga mengalami bagian-bagian yang patah - hampir bisa dipastikan karena reaksi kimiawi didalam otak mereka - yang membuat mereka tidak mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Dan, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba atau seberapa keras seseorang mencoba untuk meyakinkan diri agar menjadi bahagia, mereka tetap tidak dapat bangun dan berlari.
Kini depresi telah jauh lebih dikenal secara luas sebagai penyakit fisiologis dan psikologis.
Lebih dari 11 juta orang berusah mengobati depresi dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukan depresi kedalam daftar sebagai penyebab kedua dari cacat yang berhubungan dengan penyakit.
Tentu saja ada banyak macam depresi yang berbeda - berkisar dari gangguan afektif musiman, yang disebabkan oleh kurangnya paparan cahaya matahari, hingga depresi reaktif, yang dihubungkan dengan menderita penyakit atau mengalami tragedi.
Tidak peduli apapun jenisnya, depresi secara umum didefinisikan sebagai perasaan sedih dan tidak tertarik pada kehidupan sehari-hari, dan dapat berkisar dari yang ringan sampai parah.
Untuk bisa digolongkan sebagai depresi klinis, perasaan sedih harus berlangsung selama lebih dari dua minggu. Secara fisiologis, kita percaya bahwa depresi berasal dari ketidakseimbangan kimia didalam otak - yang berarti bahwa anda mungkin memiliki kadar kandungan bahan kimia yang tidak normal yang digunakan oleh sistem saraf anda untuk mengirim sinyal dari dan ke otak.
Orang yang mengalami depresi pada umumnya memiliki kadar serotonin (hormon kegembiraan) yang rendah didalam otak mereka; secara khusus, neuron-neuron mereka bermasalah dalam memuat serotonin.
Sementara beberapa obat diresepkan untuk menaikkan kadar serotonin dengan menghambat penurunan atau inaktivasi neuro -transmiter ini, ada juga cara-cara ilmiah untuk mencapai pengaruh yang sama, misalnya melalui teknik-teknik relaksasi dan sesuatu yang disebut makanan bahagia, seperti daging kalkun dan cokelat. Cokelat juga menyebabkan pelepasan dopamin, yang merupakan hormon kegembiraan lainnya.
Depresi Dapat menyebabkan Beberapa Penyakit
Tentu saja depresi dapat berhubungan dengan usia, tetapi depresi dapat membuat anda merasa, bertindak, dan tampak lebih tua secara cepat.Salah satu sebabnya, depresi berhubungan erat dengan penuaan kardiovaskular.
Dalam suatu kajian, pria dan wanita yang menderit jantung sekaligus depresi memiliki 69 persen tingkat kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung dibanding mereka yang hanya menderita penyakit jantung tanpa depresi.
Dan dalam kajian lainnya, wanita yang mengidap depresi ternyata memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak depresi, mungkin akibat tingginya kadar hormon stres kortisol, yang terbukti meningkat didalam darah orang-orang yang mengalami depresi.
Namun, mungkin alasan terbesar adalah pengaruhnya secara tidak langsung pada penuaan.
Depresi mengarah pada tingkah laku yang mempercepat proses penuaan.
Orang yang depresi cenderung tidak suka makan, berolahraga, atau melakukan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Depresi adalah penyakit yang saling terkait yang mempengaruhi banyak bagian otak.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar