Minggu, 30 April 2017

Mitos " Tentang Yoghurt" baik atau tidak bagi kesehatan? Simak Penjelasannya!


Baru-baru ini dijepang, berbagai macam yoghurt, seperti "Yoghurt Laut Kaspia dan " yoghurt aloe" menjadi sangat populer karena memiliki keuntungan-keuntungan kesehatan yang dipromosikan secara luas. Namun, semua ini adalah gambaran yang salah.

Yang sering orang-orang akui yoghurt adalah bahwa  kondisi pencernaan mereka membaik, mereka tidak lagi mengalami konstipasi, atau pinggang mereka mengecil. Dan mereka percaya bahwa semua hasil ini berkat laktobasilus yang terdapat dalam setiap yoghurt.

Namun, kepercayaan akan keuntungan-keuntungan Laktobasilus sejak awal sudah dipertanyakan.  Aslinya, Laktobasilus terdapat didalam usus manusia. Bakteri ini disebut "bakteri bermukim didalam usus".

Tubuh manusia memiliki suatu sistem pertahanan melawan bakteri dan virus yang datang dari luar, jadi bahkan bakteri-bakteri yang biasanya baik untuk tubuh anda, seperti laktobasilus,  akan diserang dan dihancurkan oleh pertahanan alami tubuh jika mereka bukan bakteri yang bermukim didalam usus.

Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari yoghurt memasuki lambung, sebagian besar dari mereka dimatikan oleh asam lambung. Oleh sebab itulah,  baru-baru ini dilakukan perbaikan dan yoghurt pun dipasarkan dengan slogan "laktobasilus yang berhasil mencapai usus anda".


       Namun, bahkan jika bakteri itu mencapai usus, apakah memang mungkin mereka dapat bekerja sama dengan bakteri-bakteri yang bermukim di usus?

Alasan mempertanyakan klaim mengenai yoghurt ini adalah karena dalam konteks klinis, karakteristik usus mereka yang mengonsumsi yoģhurt setiap hari tidak pernah baik. Bahkan jika laktobasilus didalam yoghurt dapat mencapai usus hidup-hidup,  mereka tidak mengakibatkan usus bekerja lebih baik, malah hanya mengacaukan flora usus.


       Lalu, mengapa banyak orang yang merasa bahwa yoghurt efektif dalam memperbaiki kesehatan mereka? Bagi banyak orang, yoghurt seolah "menyembuhkan" konstipasi. Namun,  "penyembuhan" ini sesungguhnya adalah suatu kasus diare ringan.


Beginilah hal ini mungkin bekerja: orang dewasa tidak memiliki cukup enzim yang menguraikan laktosa. Laktosa adalah gula yang terdapat didalam produk-produk susu, tetapi laktase, yaitu enzim yang menguraikan laktosa, mulai berkurang jumlahnya dalam tubuh kita selama kita tumbuh dewasa.

Kalau dipikir, hal ini cukup alami karena susu adalah sesuatu yang diminum oleh balita, bukan orang dewasa. Dengan kata lain, laktase adalah enzim yang tidak diperlukan oleh orang dewasa.

       Yoghurt mengandung banyak laktosa. Oleh karenanya, pada saat anda mengonsumsi yoghurt, yoghurt itu tidak dapat dicerna dengan baik akibat kurangnya enzim laktase, yang kemudian berakibat pada kesulitan mencerna.

Pendeknya, banyak orang yang mengalami diare ringan jika mereka mengonsumsi yoghurt.  Akibatnya, diare ringan ini, yang sesungguhnya adalah ekskresi kotoran stagnan yang selama itu terakumulasi dalam usus besar, secara keliru dianggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi.

 
        Kondisi anda akan memburuk jika anda mengonsumsi yoghurt setiap hari, itu berdasarkan data klinis dari seorang dokter dari jepang hiromi.

Jika anda mengonsumsi yoghurt setiap hari,  bau kotoran dan gas anda akan menjadi semakin tajam. Inilah suatu indikasi bahwa lingkungan usus anda menjadi semakin memburuk.

Alasan timbulnya bau tersebut adala karena racun tengah diproduksi didalam usus besar. Oleh karena itu, walaupun banyak orang yang membicarakan efek-efek kesehatan yoghurt secar umum, dalam kenyataannya,  banyak hal menyangkut yoghurt yang tidak baik bagi tubuh anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesulitan-Kesulitan Umum Pernapasan. Apnea Tidur dan Asma.

       Sebagai penyelamat tubuh anda, paru-paru membutuhkan udara untuk menjaga agar anda tetap mengapung. Dengan aliran udara yang terbata...