Kami Memberikan Informasi Kesehatan Yang Berkualitas dan Sumber Yang Terpercaya. Kesehatan sangatlah mahal. Karena itu prinsip kami Mencegah lebih penting daripada mengobati. Agar Mendapatkan Kesehatan Yang Maksimal Kita Harus Memahami Tubuh Kita Sendiri.
Sabtu, 29 April 2017
Mengapa Obat AntikankerTidak Menyembuhkan Kanker?
Dari seluruh obat-obatan yang ada, yang paling keras adalah obat anti kanker.
Dalam praktik kedokteran saat ini, obat-obatan kemoterapi digunakan dalam jangka pendek setelah pembedahan kanker untuk mencegah penyebaran kanker, bahkan jika ada bukti bahwa kanker itu telah menyebar.
Obat-obatan kemoterapi bekerja dengan meracuni banyak sel dalam tubuh baik yang normal maupun berbahaya, dengan harapan tubuh akan menumbuhkan kembali sel-sel normal sementara sel-sel yang abnormal, yaitu yang berbahaya, seluruhnya mati.
Enzim bertanggung jawab atas perbaikan dan regenerasi sel, mempertahankan sistem kekebalan tubuh dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Jumlah Enzim Pangkal didalam tubuh menentukan apakah sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik atau tidak.
Obat-obatan antikanker, seperti kemoterapi, beracun karena pada saat memasuki tubuh, obat-obatan tersebut melepaskan radikal bebas yang sangat beracun dalam jumlah besar. Dengan melakukan hal ini, obat-obatan ini membunuh sel-sel kanker diseluruh tubuh.
Namun, sel-sel kanker bukan satu-satunya yang terbunuh. Banyak sel normal yang juga mati selama proses itu berlangsung. Mungkin pepatah lama "kekerasan dibalas dengan kekerasan" yang mendasari cara para dokter yang menggunakan obat-obatan antikanker untuk melaksanakan tugas mereka. Pada saat yang sama, obat-obatan kemoterapi juga dianggap karsinogenik, atau dapat menyebabkan kanker.
Tanpa henti, tubuh manusia bekerja untuk mempertahankan keseimbangan sistem tubuh. Itulah sebabnya, jika sejumlah besar radikal bebas yang sangat beracun terkumpul dalam tubuh, enzim-enzim pangkal diseluruh tubuh berubah menjadi enzim-enzim yang menangkal racun radikal-radikal bebas tersebut. Tubuh berusaha keras menetralisasi kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas.
Tentunya, banyak orang yang telah berhasil mengatasi kanker dengan kemoterapi, tetapi banyak dari orang-orang ini yang masih muda dan kemungkinan besar masih menyimpan sebagian besar enzim pangkak mereka. Kadar enzim pangkal berkurang bersamaan dengan bertambahnya usia.
Tentu saja, terdapat perbedaan antar-individu, tetapi kemo lebih mungkin berhasil pada mereka yang masih muda karena masih ada cukup banyak enzim pangkal yang tersisa untuk membantu tubuh pulih dari stres yang ditimbulkan oleh pengobatan tersebut.
Efek samping yang banyak dikenal dari kemoterapi adalah hilangnya nafsu makan, mual, dan rambut rontok, tetapi semua gejala itu muncul karena enzim pangkal dalam jumlah besar tengah digunakan untuk menangkal racun. Jumlah enzim pangkal yang terpaka dalam proses detoksifikasi setelah kemo tentu saja sangat besar.
Jika jumlah enzim pencernaan yang dimiliki seseorang tidak cukup, orang itu mengalami kehilangan nafsu makan. Pada saat yang sama, metabolisme sel melambat karena kurangnya enzim metabolisme dan selaput mukus di lambung, dan usus pun menjadi tidak teratur sehingga menyebabkan rasa mual.
Defisiensi enzim metabolisme menyebabkan kulit bersisik, kuku rapuh, dan rambut rontok. (Walaupun terdapat perbedaan kadar keparahan, hal yang sama juga terjadi saat obat-obatan jenis lain memasuki tubuh).
Obat-obatan tidak dapat menyembuhkan penyakit hingga mendasar. Satu-satunya cara mendasar untuk menyembuhkan penyakit terletak pada gaya hidup kita sehari-hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kesulitan-Kesulitan Umum Pernapasan. Apnea Tidur dan Asma.
Sebagai penyelamat tubuh anda, paru-paru membutuhkan udara untuk menjaga agar anda tetap mengapung. Dengan aliran udara yang terbata...
-
Arteri anda memiliki tiga lapis, masing-masing memiliki satu tugas yang unik. Lapis paling dalam, yang bersinggungan langs...
-
Langkah ke 3 Mencegah Penyakit Jantung: Cari Sahabat dan Kembangkan Persahabatan Seumur Hidup. Seperti anda tahu dar...
-
Banyak orang menyamakan otak dengan komputer. Komputer memproses banyak informasi, dan dalam model-model yang lebih lama, bany...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar