Jumat, 05 Mei 2017

Sebagian Besar Penyakit Disebabkan oleh Kebiasaan, Bukan Keturunan.


Banyak orang ketika memasuki usia setengah baya atau tua menderita penyakit yang sama dengan orang tua mereka, seperti diabetes,  hipertensi,  jantung, dan kanker. Saat hal itu terjadi, sebagian orang berkata "memang tidak mungkin saya terhindar dari kanker karena penyakit kanker diturunkan dalam keluarga saya". Namun, itu tidak benar.  Penyebab terbesar penyakit keturunan adalah mewarisi kebiasaan- kebiasaan yang menyebabkan penyakit tersebut.

          Kebiasaan-kebiasaan dirumah secara tidak disadari terpatri dalam benak anak-anak selama mereka dibesarkan. Kesukaan akan jenis-jenis makanan tertentu, cara memasak, gaya hidup dan nilai-nilai, beragam antara satu keluarga dan keluarga yang lain.

Namun, orangtua dan anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga yang sama memiliki kesukaan yang hampir sama. Dengan kata lain, anak-anak cenderung menderita penyakit yang sama dengan orangtua mereka, bukan karena mereka mewarisi gen yang menyebabkan penyakit itu, melainkan karena mereka mewarisi kebiasaan-kebiasaan gaya hidup yang menyebabkan penyakit tersebut.

    Jika mewarisi kebiasaan-kebiasaan baik, seperti memilih bahan-bahan makanan yang segar dan air yang baik, menjalani gaya hidup yang pantas dan tidak banyak meminum obat, kelak anak-anak akan lebih mudah menjaga kesehatan. Namun, dengan mewarisi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mengonsumsi banyak makanan teroksidasi , terlalu banyak bergantung pada obat-obatan, dan memiliki gaya hidup yang buruk, anak-anak itu cenderung menjadi tidak sehat, mungkin bahkan menjadi lebih buruk daripada orangtua mereka.

          Dengan begitu, anak-anak mewarisi kebiasaan-kebiasaan baik atau buruk dari orangtua mereka. Orang dewasa yang sejak kecil diperintah orangtua mereka untuk minum susu setiap hari karena susu baik bagi tubuh mungkin masih minum susu hingga saat ini- dengan kata-kata orangtua yang sudah terpatri dalam benak mereka. Hanya dengan merenungkan sendiri, dengan berhati-hati atas kebiasaan-kebiasaan kita, menguji informasi nutrisi terbaik masa kini, dan bertanggung jawab, barulah kita dapat mewariskan kesehatan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.


Kebiasaan Dapat Mengubah Gen

        Semakin tua, seseorang semakin sulit mengubah kebiasaannya. Terlebih lagi, kebiasaan terpatri dalam benak kita semasa kita muda dan sering memberikan pengaruh yang kuat selama hidup kita.
Oleh karena itu, penting untuk menekankan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak sedini mungkin.

          Cukup banyak penelitian dan perhatian yang lebih dipusatkan pada pendidikan balita, perkembangan otak, dan pangasahan keahlian berkonsentrasi bagi anak-anak yang bahkan masih terlalu muda untuk mengingat berbagai hal. Jika melihat kesadaran masyarakat akan masalah kesehatan, tidak cukup banyak penelitian yang dilakukan. Pengembangan intelektual adalah pokok penting dalam pendidikan yang baik dan berbagai tujuan sosial, tetapi Pengetahuan yang akurat mengenai bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan terpatri dalam benak anak-anak juga sama pentingnya. Bahkan jika anda mengirimkan anak-anak ke sekolah terbaik, mereka tidak akan dapat menjalani hidup yang kaya jika tubuh mereka tidak sehat.

         Sebagian besar rakyat Amerika memercayakan makanan mereka pada rumah makan atau restoran cepat saji kegemaran mereka; kesehatan mereka pada dokter; dan mereka hampir tidak tahu apa-apa tentang obat-obatan yang mereka minum. Terlalu banyak orang yang memiliki terlalu sedikit pengetahuan mengenai obat. Kondisi fisik seseorang sebagian besar ditentukan oleh kedua faktor berikut:

1.   Apa yang anda warisi dari kedua orangtua anda.

2.  Kebiasaan-kebiasaan gaya hidup yang anda miliki semasa anda tumbuh.

Contohnya, jika orangtua anda tidak memiliki cukup enzim untuk menguraikan alkohol, anda juga akan kekurangan enzim yang sama. Namun, jika sedikit demi sedikit anda meningkatkan jumlah alkohol yang anda minum, jumlah enzim yang digunakan oleh hati anda juga meningkat dan pada akhirnya anda akan dapat mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang cukup banyak. Intinya, anda membangun toleransi anda terhadap alkohol.

       Hal ini benar terutama jika orangtua anda, yang sebelumnya tidak memiliki cukup enzim untuk menguraikan alkohol, akhirnya membangun toleransi terhadap alkohol. Orang-orang yang memiliki orangtua seperti ini kemungkinan besar percaya bahwa mereka juga dapat membangun toleransi jika terus minum. Di lain pihak, jika melihat orangtua anda yang tidak memiliki toleransi terhadap alkohol menahan diri untuk tidak minum, anda pun cenderung untuk menerima kenyataan bahwa anda tidak mampu minum alkohol.

        Ini mungkin memang bukan
contoh terbaik, tetapi tetap saja pada kenyataannya kebisaaan-kebiasaan baik akan mengalahkan gen-gen buruk.

        Walaupun orangtua anda mungkin memiliki gen penderita kanker, jika anda menjada kesehatan anda baik-baik, memiliki kebiasaan-kebiasaan gaya hidup yang bijaksana, dan menjalani hidup sepanjang rentan usia anda yang alami, anak-anak anda mungkin akan mendapati bahwa gen penderita kanker tidak harus selalu berakhir pada kanker, dan mereka dapat mengikuti jejak anda mencegah berkembangnya kanker.

Dengan cara ini, sementara kebiasaan makan dan gaya hidup yang baik diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, "gen penderita kanker" secara bertahap akan melemah dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dengan kata lain, dengan mewariskan kebiasaaan- kebiasaan baik berarti anda dapat "mengubah gen".

        Anak-anak yang dibesarkan denga diberi susu botol juga tidak selalu ditadirkan memiliki kesehatan buruk pada usia dewasa mereka. Anak-anak yang diberi susu botol karena ibu mereka tidak dapat menyusui, lebih mudah mengalami alergi daripada anak-anak yang diberi ASI. Namun, setelah disapih dari susu botol, jika berhati-hati dengan makanan mereka dan terus membangun kebiasaan gaya hidup yang baik, mereka tidak akan menderita penyakit gaya hidup pada saat dewasa.

        Dilain pihak, jika anak-anak yang dibesarkan agar menjadi sehat dengan cara diberi ASI di kemudian hari memulai kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti mengonsumsi banyak daging, produk susu, dan makanan yang teroksidasi serta berbahan tambahan, mereka akan menjadi rentan terhadap masalah-masalah kesehatan.

       Anda dilahirkan dengan faktor-faktor keturunan tertentu, tetapi Kebiasaan dapat diubah dengan kekuatan usaha. Bergantung pada akumulasi berbagai kebiasaan, faktor-faktor keturunan dapat berubah menjadi hal yang positif atau negatif. Kebiasaan-kebiasaan baik yang menyelamatkan anda juga dapat menyelamatkan generasi selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesulitan-Kesulitan Umum Pernapasan. Apnea Tidur dan Asma.

       Sebagai penyelamat tubuh anda, paru-paru membutuhkan udara untuk menjaga agar anda tetap mengapung. Dengan aliran udara yang terbata...